Keropos tulang belakang ternyata juga bisa terjadi akibat kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Meskipun tulang keropos selalu dikaitkan dengan patah tulang panggul atau pergelangan tangan, osteoporosis juga mengincar tulang belakang.
Tulang belakang terdiri dari rangkaian tulang yang disebut vertebra. Ketika rapuh dapat menyebabkan vertebra kehilangan kekuatannya. Tekanan sehari-hari, seperti berdiri lama, berjalan, membungkuk, mengangkat beban ringan, bahkan batuk atau bersin dapat menyebabkan tulang belakang mengalami patah tulang yang dikenal sebagai fraktur kompresi vertebra.
Nah kondisi keropos tulang belakang inilah yang menjadi biang keladi terjadinya fraktur kompresi yang juga bisa menimbulkan nyeri tulang belakang. Kadang penderitanya tidak menyadari hal ini. Baru ketahuan saat memeriksakan ke dokter dan melihat hasil pencitraan tulang belakang.
Apa Itu Fraktur Kompresi Vertebra?
Fraktur kompresi vertebra adalah kondisi ketika tulang belakang mengalami keruntuhan atau pemampatan akibat berkurangnya kekuatan struktur tulang. Atau seperti gedung tingkat tinggi yang ambles akibat gempa bumi, atau akibat fondasi yang tidak lagi bisa menopang gedung misalnya.
Pada osteoporosis, bagian depan vertebra sering kali mengalami penekanan sehingga bentuk tulang menjadi lebih pendek dan menyerupai baji. Inilah yang mengakibatkan seseorang dengan fraktur kompresi, berat badan berkurang akibat membungkuk.
Jika terjadi pada beberapa vertebra sekaligus, kondisi ini dapat menyebabkan perubahan postur tubuh berupa punggung membungkuk (kyphosis) dan penurunan tinggi badan.
Ciri Ciri Keropos Tulang Belakang Patah
Gejala dapat muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Beberapa keluhan bisa muncul dapat berupa:
-Nyeri biasanya muncul secara tiba-tiba setelah aktivitas ringan seperti membungkuk, mengangkat barang, atau bahkan tanpa pemicu yang jelas.
-Beban tekanan pada tulang belakang yang patah dapat menyebabkan nyeri semakin terasa saat berdiri tegak atau berjalan, dan membaik ketika berbaring.
-Fraktur kompresi berulang dapat menyebabkan tinggi badan berkurang beberapa sentimeter seiring waktu.
-Amblesnya beberapa segmen vertebra dapat menimbulkan kelainan bentuk tulang belakang berupa kifosis atau punggung membungkuk.
-Nyeri kronis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mengurangi mobilitas, dan menurunkan kualitas hidup.
Pada sebagian pasien, fraktur kompresi dapat terjadi tanpa gejala yang jelas dan baru ditemukan saat pemeriksaan radiologi.
Bisakah Tulang Belakang Patah Karena Osteoporosis?
Jawabannya bisa. Osteoporosis merupakan penyebab tersering fraktur kompresi pada tulang belakang, terutama pada usia lanjut. Pada kondisi ini, tulang vertebra menjadi berpori dan rapuh sehingga tidak mampu menahan beban tubuh secara optimal.
Selain osteoporosis, tulang belakang juga dapat patah akibat:
- Trauma atau kecelakaan, seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas, akibat jatuh saat olahraga
- Osteopenia berat yang berkembang menjadi osteoporosis.
- Kanker yang menyebar ke tulang belakang (metastasis).
- Multiple myeloma atau kanker sumsum tulang.
- Infeksi tulang belakang tertentu yang melemahkan struktur tulang.
- Penggunaan kortikosteroid jangka panjang yang menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
- Kelainan metabolisme tulang dan gangguan hormonal tertentu.
Apa yang bakalan terjadi saat patah tulang belakang akibat osteoporosis?
Fraktur kompresi tidak hanya menyebabkan nyeri, tetapi juga dapat mengganggu fungsi sehari-hari. Pasien sering mengalami kesulitan berjalan, duduk lama, tidur nyaman, hingga melakukan aktivitas ringan. Bila tidak ditangani dengan baik, fraktur berulang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang belakang, gangguan keseimbangan, serta peningkatan risiko jatuh dan patah tulang pada lokasi lain.
Apa Bahayanya Patah Tulang Belakang Fraktur Kompresi?
Fraktur kompresi yang tidak terdiagnosis atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:
- Nyeri tulang belakang kronis yang berkepanjangan.
- Penurunan tinggi badan secara bertahap.
- Kifosis atau postur tubuh membungkuk.
- Gangguan keseimbangan dan peningkatan risiko jatuh.
- Penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
- Gangguan fungsi pernapasan akibat perubahan bentuk tulang belakang pada kasus yang berat.
- Risiko terjadinya fraktur kompresi baru pada vertebra lain.
Semakin banyak vertebra yang mengalami keruntuhan, semakin besar dampaknya terhadap kualitas hidup dan kemandirian pasien.
Penyakit Keropos Tulang Belakang
Obat keropos tulang belakang akan dokter resepkan sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik dan radiologis. Dari sini dokter dapat menjawab pertanyaan yang sering juga diajukan yakni apakah osteoporosis ditandai dengan tulang yang menjadi rapuh dan mudah patah atau kenapa tulang belakang bisa patah?
Pemeriksaan Keropos Tulang Belakang
Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab nyeri tulang belakang akibat keropos tulang belakang dan menilai kondisi tulang belakang.
Dokter akan menanyakan:
- Lokasi dan karakteristik nyeri.
- Riwayat jatuh atau trauma.
- Riwayat osteoporosis.
- Penggunaan obat jangka panjang, terutama steroid.
- Riwayat kanker atau penyakit lain yang dapat memengaruhi tulang.
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menilai postur tubuh, area nyeri tekan, fungsi saraf, dan kemampuan bergerak.
Rontgen tulang belakang merupakan pemeriksaan awal yang dapat menunjukkan adanya penurunan tinggi vertebra atau deformitas akibat fraktur kompresi. Kemudian juga mungkin perlu hasil MRI untuk membantu membedakan fraktur baru dan lama, menilai kondisi sumsum tulang, jaringan lunak, serta kemungkinan penekanan saraf.
Yang tak kalah penting adalah pemeriksaan kepadatan tulang (Bone Mineral Density/BMD). Pemeriksaan densitometri tulang atau DXA Scan digunakan untuk mengukur kepadatan tulang dan menegakkan diagnosis osteoporosis.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan darah untuk mengevaluasi:
- Kadar kalsium.
- Vitamin D.
- Fungsi ginjal.
- Fungsi tiroid.
- Penanda penyakit metabolik tulang.
- Kemungkinan kanker atau infeksi.
Pengobatan Keropos Tulang Belakang
Pilihan terapi disesuaikan dengan tingkat nyeri, usia pasien, stabilitas tulang belakang, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Penanganan awal umumnya meliputi obat pereda nyeri. ppenggunaan brace atau penyangga tulang belakang, fisioterapi pada osteoporosis tulang belakang dan obat osteoporosis untuk memperkuat tulang belakang dan mencegah fraktur berikutnya.
Penanganan Keropos Tulang Belakang Bisa Tanpa Operasi: Kyphoplasty atau Vertebroplasty
Vertebroplasty adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan menyuntikkan semen tulang khusus ke dalam vertebra yang mengalami fraktur.
Tujuan prosedur ini adalah untuk menstabilkan tulang yang patah, mengurangi nyeri sehingga pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat.
Prosedur dilakukan menggunakan panduan pencitraan sehingga penempatan semen tulang dapat dilakukan secara akurat.
Terapi injeksi semen medis lainnya adalah kypholasty (kifoplasti). Pada prosedur ini, dokter spesialis tulang belakang akan terlebih dahulu memasukkan balon khusus ke dalam vertebra yang mengalami kolaps.
Balon kyphoplasty kemudian dikembangkan untuk membentuk kembali ruang di dalam vertebra, membantu mengembalikan sebagian tinggi tulang yang hilang, dan mengurangi deformitas akibat fraktur.
Setelah itu, rongga yang terbentuk diisi dengan semen tulang medis untuk mempertahankan stabilitas vertebra.
Kenapa perlu kyphoplasty? Tindakan dengan sayatan kecil ini dapat secara signifikan mengurangi nyeri tulang belakang. Postur tubuh juga akan kembali tegak karena tulang belakang yang keropos sudah terisi dengan semen medis. Jadi kelainan bentuk tulang belakang, kifosis, juga akan membaik. Karena tindakan ini bisa dilakukan tanpa rawat inap dan tanpa sayatan besar, maka memungkinkan mobilisasi lebih cepat dibandingkan terapi konservatif pada kasus tertentu.
Biaya kyphoplasty juga perlu menjadi pertimbangan pada pasien dengan keropos tulang belakang. Namun mengingat metode ini efektif untuk tulang belakang patah, kualitas hidup juga perlu dikedepankan.
Keropos Tulang Belakang Osteoporosis ke Dokter Apa?
Pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan apabila seseorang mengalami:
- Nyeri punggung mendadak tanpa sebab yang jelas.
- Nyeri setelah aktivitas ringan seperti membungkuk atau mengangkat barang.
- Penurunan tinggi badan dalam beberapa tahun terakhir.
- Postur tubuh yang semakin membungkuk.
- Riwayat osteoporosis disertai nyeri punggung baru.
- Nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari atau kualitas tidur.
Diagnosis dan penanganan yang lebih cepat dapat membantu mencegah kerusakan tulang belakang yang lebih lanjut.