Hernia tulang belakang mungkin istilah ini masih asing kedengarannya. Atau mungkin sudah ada yang mengenalnya sebagai saraf kejepit?
Apa Itu Hernia?
Kondisi hernia ini tidak hanya terjadi pada rongga perut akibat bagian usus yang menonjol. Awam mungkin sudah lebih dulu mengenalnya sebagai hernia umbilikalis. Nah penyebab herniasi usus ini, akibat adanya kelemahan otot atau dinding perut pada kisaran pusar. Ada juga kondisi hernia inguinalis yang muncul pada area selangkangan.
Ternyata hernia ini juga mengincar tulang belakang atau HNP. Bisa muncul pada leher (HNP cervical) atau pinggang (HNP lumbal). Penyebabnya sama, yakni bantalan tulang belakang yang menonjol akibat beban berlebihan yang akhirnya menjepit saraf. Kalau sudah dalam tahap tertentu, maka ciri ciri saraf kejepit akan mulai mengganggu kenyamanan aktivitas.
Apa ciri ciri saraf kejepit di pinggang berbeda dengan gejala saraf leher kejepit. Karena gejalanya bisa bervariasi tergantung lokasi dan derajat ringan beratnya. Bisa berupa ujung jari tangan kebas kesemutan atau pinggang bawah belakang nyeri sampai bokong kiri ikutan sakit.
Hernia Tulang Belakang
Tulang belakang adalah struktur utama tubuh yang fungsinya untuk menopang tubuh. Peran vertebra lainnya adalah melindungi sumsum tulang belakang, dan memungkinkan tubuh bergerak secara fleksibel. Tulang belakang terdiri dari 33 vertebra, terbagi menjadi lima segmen:
-Cervical (leher): C1-C7, area ini fleksibel, memungkinkan gerakan kepala dan leher.
-Thoracic (dada): Th1-Th12, terikat dengan tulang rusuk, lebih stabil dan jarang mengalami hernia.
-Lumbar (tulang punggung bawah/pinggang): L1-L5, menopang berat tubuh. Hernia paling sering terjadi pada segmen ini.
-Sacral (tulang sakrum) dan coccygeal (tulang ekor)
Antara ruas vertebra terdapat cakram intervertebralis, seperti bantalan karet kenyal. Memiliki dua bagian utama, annulus fibrosus (lapisan luar tebal dan fibrosa), sebagai penahan atau pelindung inti cakram. Kemudian nucleus pulposus (berbahan seperti jeli), sengat elastis dan bekerja sebagai peredam tekanan (shock absorbent).
Ketika hernia tulang belakang terjadi, inti cakram menonjol keluar dari annulus fibrosus, akibat sudah tidak kuat lagi menanggung beban berat berlebihan selama beraktivitas. Posisi penonjolan ini yang menentukan gejala HNP dan derajat hnp lumbal atau derajat hnp cervical.
Jadi pada kondisi hernia tulang belakang, nucleus pulposus menonjol atau menembus annulus fibrosus yang melemah. Kondisi inilah yang mengakibatkan kompresi saraf tulang belakang sehingga memicu reaksi inflamasi lokal. Lalu muncullah ragam gejala saraf kejepit, antara lain nyeri leher sampai belikat kanan nyeri. Atau pinggang kanan bawah sakit sampai ke betis.
Apa itu Hernia Tulang Belakang dan Jenis-Jenisnya
Hernia tulang belakang bukan sekadar nyeri leher atau nyeri pinggang. Ini adalah kondisi medis yang serius, karena dapat mengakibatkan kompresi saraf atau nerve compression in spine. Dampaknya terasa nyeri, kesemutan, kebas, mati rasa atau baal. Bahkan lumpuh saraf kejepit juga bisa terjadi kalau jepitan saraf tulang belakang tak tertangani dengan dini.
Ada derajat ringan atau bagaimana kalau saraf kejepit sudah parah. Kalau inti bantalan tulang sudah menonjol tapi annulus fibrosus masih menahan sebagian, berarti masuk derajat protrusi (protruded disc). Derajat berikutnya adalah ekstrusi (extruded herniation disc), ketika inti sudah menembus annulus fibrosus, masuk ke kanal spinal.
Bila didiamkan, dan beban ke tulang belakang semakin besar, kondisi ini bisa menjadi jenis herniasi diskus yang parah. Atau derajat sekuester (sequestered disc fragment). Ada material diskus bagian dalam (nukleus pulposus) menembus lapisan luar dan terlepas sepenuhnya, dan menekan saraf.
Selain itu, posisi hernia juga dapat menentukan gejalanya. Posisi jepitan median dapat mengakibatkan nyeri, kelemahan, gangguan keseimbangan, atau gangguan fungsi kandung kemih/usus (bila berat). Bila agak ke samping, bisa menekan akar saraf dan mengakibatkan nyeri, kesemutan, atau kelemahan pada area yang dipersarafi saraf yang terjepit. Bila dalam posisi foraminal/lateral, biasanya memunculkan gejala nyeri yang menjalar ke lengan atau kaku, berbarengan dengan kesemutan atau baal.
HNP singkatan dari herniated nucleus pulposus (herniasi nukleus pulpos). Hernia lumbar (HNP lumbal) adalah titik tonjolan tulang belakang yang paling sering terjadi. Misalnya, hernia tulang belakang (saraf kejepit) L4-L5 atau HNP L5-S1. Titik ini sering menekan saraf sciaticus yang mengakibatkan nyeri menjalar dari punggung bawah ke kaki (nyeri sciatica).
Segmen ini merupakan segmen yang berfungsi menahan beban (bisa karena kerja, berat badan) paling berat. Sehingga sangat rentan terjadinya slipping disc atau saraf kejepit. Istilah lain HNP adalah herniated disc, slipping disc, bulging disc atau prolapsed disc. Protruded disc herniation l4 l5, juga bisa menjadi istilah lainnya. Angka L4 L5, ini menunjukkan segmen pada area lumbal.
Penyebab Penyakit Hernia Tulang Belakang
Hernia tulang belakang terjadi karena adanya kombinasi faktor degeneratif dan mekanis. Seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang (diskus intervertebralis) lama kelamaan akan kehilangan air dan elastisitasnya. Sehingga annulus fibrosus lama kelamaan akan menipis dan rentan robekan.
Mengangkat/mendorong/menarik benda berat dengan posisi tubuh tidak benar atau secara tiba-tiba, jatuh, atau benturan bisa memicu robekan annulus. Kemudian riwayat keluarga dengan hernia tulang belakang meningkatkan risiko keluarga juga bisa mengalami HNP lumbal. Nah ketika inti cakram menjepit saraf, tubuh melepaskan zat inflamasi (seperti prostaglandin dan interleukin), yang nantinya akan memicu nyeri dan pembengkakan.
Secara sederhana, bayangkan cakram sebagai roti isi selai. Inti gel pada bagian tengah roti bisa menonjol keluar melalui retakan yang ada pada kulit luar roti. Nah, saraf yang ada dekat cakram itu seperti kabel listrik—jika tertindih, maka sinyal terganggu, dan rasa sakit atau lengan kesemutan atau jari tangan kebas bisa muncul. Kemudian mulai muncul gejala hnp misalnya sakit bokong kiri saat berjalan, betis kanan terasa panas, sampai telapak kaki panas.
Hernia Tulang Belakang dan Ciri Ciri HNP
Gejala bervariasi tergantung lokasi dan ringan beratnya jepitan saraf tulang belakang yang terjadi. Nyeri bisa lokal dan menjalar. Misalnya nyeri leher belakang menjalar sampai lengan, ujung jari tangan kebas baal, paha bagian luar juga terasa panas.
Mati rasa atau kesemutan (parestesia) biasanya juga muncul pada area tangan (lengan, bahu) atau kaki bisa sampai terasa pada bokong kanan sakit saat duduk lama, betis seperti ketusuk jarum, sampai kaki terasa kesemutan baal.
Kelemahan otot juga bisa muncul kalau saraf kejepit lumbal atau saraf kejepit leher tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. Untuk herniasi tulang belakang yang menekan sumsum tulang belakang, gejala bisa lebih serius. Seperti sulit buang air kecil atau besar, kelemahan ekstremitas (baik lengan atau kaki), hingga gangguan koordinasi dan impotensi saraf kejepit pada laki-laki.
Apa yang Perlu Diperiksa Kalau Saraf Kejepit?
Pada pemeriksaan fisik, dokter spesialis bedah saraf akan mengecek refleks pada kaki atau tangan, mengetes kekuatan otot dan tes sensorik (mengusap tangan atau kaki dengan benda lembut untuk mengecek mati rasa atau kesemutan).
MRI spine atau MRI saraf kejepit juga bisa dokter anjurkan. Pemeriksaa ini menghasilkan gambar detail bantalan tulang, saraf, dan tulang. Dokter bisa melihat protrusi atau tonjolan bantalan tulang yang menekan saraf tulang belakang.
Atau CT Scan yang lebih fokus pada tulang, melihat apakah ada perubahan tulang yang menekan saraf. Ada lagi, Rontgen saraf kejepit tulang belakang (X-Ray) membantu menyingkirkan fraktur atau kelainan tulang lain.
Kemudian ada pemeriksaan tambahan misalnya elektromiografi (EMG). Dokter akan memasang elektroda untuk melihat apakah saraf bisa mengirim sinyal ke otot dengan baik. Jika tidak, berarti saraf tertekan. Lalu dokter juga bisa mengukur kecepatan sinyal listrik di saraf.
Minimally Invasive Spine Surgery
Kini memungkinkan saraf kejepit dapat teratasi hanya dengan sayatan kecil. Teknologi endoskopi saraf kejepit BESS sudah hadir untuk mengambil tonjolan bantalan tulang belakang yang menjepit sarat. Prinsip kerjanya adalah dekompresi atau menghilangkan kompresi (tekanan).
Karena sayatannya kecil, tidak ada bekas luka yang mengganggu secara kosmetik, jadi tidak perlu perawatan luka yang ribet. Pulihnya juga jauh lebih cepat kalau dibandingkan dengan operasi saraf kejepit terbuka yang konvensional.
Sayatan yang diperlukan hanya 0,5 cm saja dan efektif atasi jepitan dari arah mana saja. Dan yang paling penting, bisa kembali beraktivitas seperti semula. Namun kurangi naik turun tangga, mengangkat beban berat merupakan pantangan setelah endoskopi saraf kejepit BESS ini.