Atasi Saraf Terjepit,
Tanpa Operasi Besar
BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery) adalah endoskopi tulang belakang untuk mengatasi saraf kejepit hanya dengan sayatan kecil. Proses tindakan lebih cepat, bisa tanpa rawat inap, dan bisa langsung beraktivitas.
Apa Itu Endoskopi BESS?
BESS, biportal endoscopic spine surgery, menggunakan 2 lubang (biportal), satu untuk kamera dan satunya lagi untuk instrumen bedah. Dengan 2 lubang ini, dokter dapat mengangkat jaringan yang menjepit saraf tulang belakang lebih leluasa.
Berbeda dengan bedah terbuka konvensional yang memerlukan sayatan panjang dan proses pemulihan yang lama. Endoskopi BESS hanya memerlukan sayatan minimal dan hasil maksimal karena jaringan sekitar lebih terjaga, proses tindakan dan proses penyembuhan lebih cepat.
Kenapa Harus BESS?
Apa saja keunggulan endoskopi BESS dibandingkan operasi terbuka konvensional?

Sayatan Kecil
Walau memerlukan dua lubang, namun masing-masing lubang hanya sekitar 7 mm saja. Pasca tindakan, bekas luka tidak mengganggu secara kosmetik dan perawatannya lebih mudah.

Pulang di hari yang sama
Mayoritas pasien tidak memerlukan rawat inap. Setelah observasi 2–4 jam, pasien sudah bisa pulang dengan berjalan kaki dan kembali beraktivitas.

Risiko komplikasi minimal
Memperkecil risiko perdarahan, dan tidak mengganggu kestabilan struktur tulang belakang lainnya.

Bisa dengan anestesi lokal
Cocok untuk pasien lansia atau yang memiliki risiko tinggi terhadap pembiusan total.

Visualisasi operasi jelas
Kamera endoskopi HD memberikan gambaran area operasi yang lebih detail dan dokter dapat mengakses tulang belakang lebih leluasa.

Kembali beraktivitas lebih cepat
Kerja kantoran: 3–5 hari. Aktivitas fisik ringan: 1–2 minggu. Waktu pemulihan ini terus terang jauh lebih cepat dibandingkan operasi terbuka konvensional.
Siapa yang Cocok Untuk BESS?
Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dari pemeriksaan fisik sampai hasil radiologi agar tindakan BESS berhasil membuat Anda kembali nyaman beraktivitas.
- Herniasi nukleus pulposus (HNP) atau saraf kejepit pinggang (HNP lumbal) dan saraf kejepit leher (HNP cervical) yang menimbulkan gejala nyeri atau kelemahan
- Penyempitan rongga tulang belakang (stenosis spinalis) baik pada pinggang atau leher.
- Penebalan ligamentum flavum yang menjepit saraf tulang belakang
- Pasien yang memiliki kontraindikasi terhadap operasi terbuka akibat usia atau kondisi medis tertentu
Tim Dokter Endoskopi BESS
Prosedur BESS di Kemang Brain & Spine Center dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf dengan kompetensi khusus dalam teknik endoskopi tulang belakang dengan tingkat keberhasilan yang sangat baik.

Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K), Subspes. N-TB, FINSS, FINPS, AAK
Spesialis Bedah Saraf

dr. Danu Rolian, SpBS, FINSS, FINPS
Spesialis Bedah Saraf

dr Bambang Priambodo, SpAN
Spesialis Bedah Saraf
Ayo Konsultasi Sampai Pulih!
Lima tahap yang akan Anda jalani dari pertemuan pertama dengan dokter hingga pemulihan di rumah.
Dokter meninjau hasil imaging (MRI/CT-scan) untuk mengonfirmasi lokasi dan kondisi fraktur (baru atau lama). Pada fraktur lama (>3 bulan), dokter akan mengevaluasi apakah semen medis kyphoplasty masih dapat memberikan hasil optimal.
Pemeriksaan darah dan pemeriksaan pembekuan darah dilakukan. Obat pengencer darah mungkin perlu dihentikan sementara sesuai arahan dokter. Pasien diminta puasa 4–6 jam sebelum prosedur.
Selama BESS berlangsung, pasien dalam posisi tengkurap. Kemudian dokter akan melakukan tindakan endoskopi BESS yang akan dipandu dengan alat penunjang lainnya agar lebih presisi.
Tanda vital dipantau di ruang pemulihan. Nyeri dikelola dengan analgesik oral ringan. Sebagian besar pasien sudah mampu berdiri dan berjalan mandiri dalam 1–2 jam setelah prosedur.
Pasien pulang dengan instruksi perawatan luka dan panduan aktivitas. Kontrol pertama dijadwalkan 7 hari setelah tindakan untuk evaluasi pemulihan dan pengangkatan plester.
Pasien BESS di Kemang Brine & Spine Center
Tak pandang usia dan kondisi, BESS bisa kembalikan kualitas hidup.
Kerjasama Asuransi & Rekanan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Prosedur dilakukan dengan anestesi lokal disertai sedasi ringan. Pasien tidak merasakan sakit selama tindakan. Nyeri pasca-prosedur umumnya ringan dan cukup dikelola dengan obat anti-nyeri oral — tidak memerlukan rawat inap.
Jangan khawatir, setelah BESS bisa langsung beraktivitas. Para pekerja kantoran bisa langsung bekerja lagi dalam waktu 3-5 hari, sedangkan pekerja fisik perlu waktu 2-4 minggu. Aturan ini akan dokter rekomendasikan sesuai dengan jenis pekerjaan masing-masing.
BESS Lumbal menarget tulang belakang segmen lumbal/pinggang (L1-S1) dengan keluhan nyeri pinggang dan kesemutan yang menjalar ke kaki. BESS cervical akan menarget saraf leher kejepit dengan gejala nyeri dari leher sampai kebas kesemutan di ujung-ujung jari tangan.
Kami bermitra dengan berbagai perusahaan asuransi kesehatan. Hubungi tim kami sebelum tindakan untuk pengecekan coverage dan bantuan proses pre-approval.
Saat berkonsultasi dokter akan mengevaluasi gejala fisik yang muncul akibat jepitan saraf tulang belakang dan juga berdasarkan hasil MRI saraf kejepit.
Semakin singkat durasi penekanan saraf sebelum tindakan, semakin cepat pemulihannya. Namun saraf yang sudah lama terjepit pun masih dapat mengalami perbaikan bermakna — hanya membutuhkan waktu pulih agak lebih lama.
Tingkat kekambuhan setelah BESS cukup rendah. Faktor yang berpengaruh antara lain gaya hidup, postur, dan kepatuhan terhadap panduan rehabilitasi pasca-prosedur yang diberikan dokter.